Yearly Archives: 2010

Pendidikan seks anak SD di China

Memberikan kesempatan kepada anak laki-laki dan perempuan melihat kamar mandi dari lawan jenis adalah salah satu cara baru guru-guru di China memberikan pendidikan seks di sekolah.

Siswa kelas 3 di sebuah SD di distrik Chaoyang, Beijing, menerima pendidikan seks pertama mereka dengan melakukan tur ke toilet. “Memberikan kesempatan untuk melihat toilet lawan jenis adalah salah satu cara pendidikan seks dan mengerti posisi mereka,” ujar guru Hou Wenjun.

read more »

Membaca menjadi fondasi Menulis

Menjadi seorang penulis tidak serta merta dapat dilakukan dengan mudah. Salah satu kecakapan utama yang harus dibina sejak dini adalah kebiasaan membaca. Semakin banyak kita membaca dan semakin fokus bahan yang dibaca maka akan semakin luas pengetahuan kita khususnya pada bidang yang kita fokuskan. Keluasan pengetahuan ini akan sangat memudahkan kita dapat menulis di kemudian hari.

read more »

Keuntungan Seorang Penulis

Menulis dan membaca adalah ibarat gambar dan angka pada sebuah keping uang logam , mereka  tidak dapat dipisahkan. Kesatuan yang utuh dari paduan keduanya harus seimbang dengan takaran dan konsentrasi yang harus cenderung menaik ukurannya.Orang yang suka menulis biasanya memiliki kecendrungan suka membaca. Riset dengan jelas menunjukkan bahwa kita belajar menulis lewat membaca.

read more »

Menjadi jenius dengan otak tengah.

Pandangan anak jenius adalah anak yang pintar dalam pelajaran Matematika membuat orangtua mendorong anaknya menguasai pelajaran Matematika dengan berbagai cara dan sarana. Kekeliruan pandangan ini membuat bakat lain anak kurang mendapat ruang berkembang.

read more »

Pendidikan antikorupsi masuk kurikulum sekolah

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/9/2010). Namun, kedatangan Mendiknas tidak dalam kaitan proses penyelidikan ataupun penyidikan kasus korupsi yang ditangani oleh KPK, melainkan untuk membahas program kerjasama antara Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan KPK dalam pendidikan antikorupsi.

read more »

Totto-Chan, Sekolah Berbasis Kepribadian (3)

MURID-MURID di sekolah itu juga punya keanehan masing-masing. Selain Totto-chan yang hampir selalu dirundung masalah karena rasa ingin tahunya yang besar, ada sekitar 50 murid di sekolah itu dengan keunikan dan keanehan masing-masing. Yasuaki Yamamoto–salah seorang di antaranya, kakinya pincang dan jari-jari tangannya tertekuk dan seperti lengket; gara-gara terkena polio. Totto-chan kemudian bersahabat karib dengannya, dan pernah menyabung nyawa ketika memaksakan diri mengangangkat Yasuaki yang bertubuh lebih besar itu ke atas pohon. Itulah yang pertama dan terakhir kali Yasuaki naik ke atas pohon.

read more »

Totto-Chan, Sekolah Berbasis Kepribadian (2)

KUBOYASHI menarik kursi ke dekat Totto-chan lalu duduk berhadapan dengan gadis cilik itu. Ketika mereka sudah nyaman, dia berkata,”Sekarang, ceritakan semua tentang dirimu. Ceritakan semua dan apa saja yang ingin kau katakan.”

“Apa saja yang aku suka?” Totto-chan mengira Kepala Sekolah akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawabnya. Ketika dia berkata Totto-chan boleh menceritakan apa saja yang ingin diceritakannya, Totto-chan senang sekali dan langsung berbicara penuh semangat. Ceritanya kacau dan urutannya tidak karuan, tapi semua dikatakannya apa adanya.

read more »

Totto-Chan, Pendidikan Berbasis Kepribadian (1)

Pernahkah Anda membaca kesan seseorang yang begitu tulus mengagumi dan merasa berhutang budi terhadap gurunya, serta mencintai sekolahnya di masa kecil, seperti diekspresikan Totto-chan di atas ? Mustahil! Apalagi di Indonesia, dimana sistem pendidikan yang ada justru “membonsai” anak-anak yang kaya imajinasi dan serba ingin tahu seperti Totto-chan–yang dengan gampang dicap “biang kerok di sekolah dan punya kelainan”.

read more »

Page 1 of 612345...Last »
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.