Membaca berita di koran Kompas, Kamis, 28 Januari 2010, yang menampilkan berita tentang masih adanya penolakan di berbagai daerah di negeri ini tentang Ujian Nasiona (UN) . Para pengamat pendidikan, guru, orangtua siswa, dan lembaga swadaya masyarakat dalam jumpa pers Tolak UN Sebagai Penentu Kelulusan , Kamis (28/1) di Gedung Indonesia Menggugat. Hadir perwakilan dari Education Forum, Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Koalisi Pendidikan Kota Bandung, Tim Advokasi Korban UN (Tekun), dan Gerakan Siswa Bersatu (GSB).
“Daripada menghambur-hamburkan uang untuk UN, bukankah lebih baik digunakan untuk memperbaiki fasilitas. Bayangkan berapa banyak RKB (ruang kelas baru) yang bisa dibuat dari biaya UN (Rp 500 miliar) ini?
Yang jelas pihak pemerintah / Diknas ngotot agar UN tetap dilaksanakan dengan dalih UN sudah jadi program pemerintah !



Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in and view the post's comments. There you will have the option to edit or delete them.