Monthly Archives: April 2010

Bungsu : Jujur salah,curangpun salah !

Berikut ini adalah tulisan Bungsu yang menggelitik di Politikana tentang UN :

Meski tidak ada data apapun, namun saya berkeyakinan bahwa pengumuman kelulusan Ujian Nasional SMA kemaren tidak seluruhnya murni hasil dari kepintaran siswa. Bisa saja ada unsur kecurangan seperti yang sudah-sudah. Jadi jangan sampai ada yang mengira bahwa satuan pendidikan yang banyak meluluskan siswanya ketika UN adalah sekolah yang bermutu dan bermanajemen baik; belum tentu. Justru sebaliknya, sekolah yang banyak siswanya tidak lulus membuktikan bahwa sekolah tersebut telah melaksanakan Ujian Nasional sesuai POS UN.

read more »


Blog Award dari Internet Sehat

Tidak semua gading itu retak, itulah salah satu peribahasa yang harus kita buktikan. Mencoba untuk lebih baik walaupun banyak kendala harus terus dilakukan untuk mencapai cita-cita. Terus berkarya dan tanpa lelah harus mulai dimasyarakatkan , bukan hanya di ucapkan tapi harus dilakukan. Mudah-mudahan Blog Award dari Internet Sehat dan Detik Inet , bisa memacu dan memicu penulis untuk bekerja lebih keras dan tepat sasaran. Alhamdulillah.

read more »

Info Beasiswa SSE

SSE ( Sampoerna School of Education)  adalah sebuah institusi pendidikan tinggi yang bertujuan untuk menciptakan Guru Generasi Baru yang memiliki kompetensi mengajar dengan standar internasional dan kemampuan memimpin untuk mengembangkan generasi muda masa kini. Oleh karena itu Indonesia membutuhkan putra-putri terbaik untuk menjadi bagian dari pendidikan berkualitas yang berstandar internasional untuk menciptakan pemimpin di masa depan.  SSE  menyediakan bantuan biaya selama 4 tahun dalam bentuk Beasiswa atau Student Financing Program. Muadah-mudahan bermanfaat.

read more »

Masih perlukah alat peraga…?

Saya teringat ketika saya duduk di Sekolah Dasar tahun 70-an, saat itu kelas  dua kalau tidak salah. Suatu saat Bapak guru yang budiman menyuruh setiap muridnya membawa seratus buah lidi yang panjangnya 10 cm. Kemudian kami mempersiapkannya dari rumah, tak pelak lagi Ibu di rumah ikut sibuk membantu mencarikan sapu lidi.Kenangan itu terasa indah, apalagi paginya Pak guru yang budiman memberitahukan bahwa lidi itu bisa di pakai sebagai alat bantu hitung: tambahan, pengurangan dan perkalian. Pelajaran Matematikapun di lalui dengan secara gembira dan penuh antusias oleh semua murid, sehingga waktu pun tak terasa. Itulah kenangan yang mengasyikan belajar Matematika saat itu.

read more »

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.