Berikut ini adalah tulisan Bungsu yang menggelitik di Politikana tentang UN :
Meski tidak ada data apapun, namun saya berkeyakinan bahwa pengumuman kelulusan Ujian Nasional SMA kemaren tidak seluruhnya murni hasil dari kepintaran siswa. Bisa saja ada unsur kecurangan seperti yang sudah-sudah. Jadi jangan sampai ada yang mengira bahwa satuan pendidikan yang banyak meluluskan siswanya ketika UN adalah sekolah yang bermutu dan bermanajemen baik; belum tentu. Justru sebaliknya, sekolah yang banyak siswanya tidak lulus membuktikan bahwa sekolah tersebut telah melaksanakan Ujian Nasional sesuai POS UN.
Sebab, se-elit apapun satuan pendidikan, tidak akan mampu menyeragamkan siswanya dengan kepintaran yang sama. Pasti ada satu dua siswa yang bocor halus. Maka adalah hal keliru jika Kepala Sekolah dicopot karena tidak mampu meluluskan peserta didiknya 100%. Seperti kemungkinan yang akan dialami oleh Kepsek SMAN 5 Palembang yang terancam dicopot dari jabatannya terkait tidak lulusnya 25 siswaanya.
Kalau ini memang benar-benar terjadi, maka lain kali baiknya para Kepala Sekolah curang sajalah dalam melaksanakan UN, agar nantinya tidak dicopot. Atau, bubarkan saja UN itu!!
Bagaimana menurut pendapat Anda …….?
Related posts:

Buku tamu
[...] This post was mentioned on Twitter by hersamin. hersamin said: Bungsu : Jujur salah,curangpun salah ! http://goo.gl/fb/0cahD [...]
memang ada saja dampak negatif dari UN ini,
tapi UN juga tidak dibenarkan kalo dihapus…
karena UN adalah patokan Nasional baik bagi Siswa, sekolah, dan Indonesia….
biar Indonesia memperbaiki semua kesalahan.
biar jadi lebih baik…
Nb:
dan kalo UN akhirna nyotek…
itu mungkin jalan terakhir Si Bungsu dari pada Gak lulus
(alasan Q juga)
heheeh
.-= zhaomoli´s last blog ..Review hidup =-.
Kalau kelulusan siswa ,apa diknas pusat yg harus meluluskan ?
Jujur itu tak pernah salah
salam kenal
.-= adhe quthb´s last blog ..Emansipasi Basa Basi =-.
Yup , setuju : jujur itu nggak pernah salah !
Huumm jadi serba salah deh ..
Sebaiknya siswa tetap dididik dan diberi pembelajaran yang jujur, sebagai konsekwensinya ajarkan juga mereka untuk senantiasa mempersiapkan diri secara prima dalam menghadapi test apapun dengan cara belajar sebaik dan seefektif mungkin. Inilah tugas guru yang paling berat di masa sekarang ini. Karena disisi lain banyak contoh yang menunjukkan bahwa banyak orang yang bisa dengan mudah memperoleh segalanya dengan instan hanya dngan bermodal “uang”…
Kontradiksi yang dilihat para siswa di luar lingkungan sekolah sangat mencolok, masyarakat dan orang tua harus memiliki rasa tanggung jawab untuk mengahadapi ini semua.
Untuk berubah lebih baik memang tidak mudah…
apalagi merubah sifat kejujuran…butuh perjuangan yang sangat keras
Yup setuju Mas Koes, kejujuran modal yang sangat penting, dan perlu ditanamkan kepada anak didik segera, thanks.
Banyak orang yang berpendapat bahwa yang terpenting itu adalah hasil, dan mereka yang berpikiran seperti itu 95 % melakukan kecurangan dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal…
Tapi sangat berbeda jika orang yang mind set-nya berpikiran bahwa yang terpenting adalah prosesnya, karena dengan proses akan menjadikan pribadi kita lebih cerdas dari sebelumnya dengan mengandalkan seluruh kemampuan diri kita….
.-= ToPu´s last blog ..Gratis Tutorial Macromedia Flash =-.
Betul Mas Topu, saya sependapat dengan Anda, kalau proses pembelajaran hanya sekedar mengandalkan hasil saja dan hapalan, siswa akan lemah untuk berfikir secara sistematis dalam melakukan suatu proses.
Barangkali bisa diterapkan sistem standar nilai kelulusan berdasarkan wilayah atau Rayon.
Salam bentoelisan
Mas Ben
.-= Mas Ben´s last blog ..Mei Satu dan Dua =-.
Ide yang bagus Mas Ben, salam juga.
Ketika kedua puteri saya mengikuti UN, saya katakan kepada mereka kerjakan soal sebaik-baiknya dan jangan nyontek!
Sebagai pengawas sekolah, saya siap malu andaikan kalian tidak lulus, gara-gara tidak nyontek.
Wow petuah yang sangat baik, smoga lulus putra-putrinya.