Obrolan anak dan ibu.
Ibu : “Apakah ada PR dek ?
Anak : “Ada Bu, tenang aja Bu tinggal cari saja di gugel, kemudian donlod terus kopi paste, beres deh”
Betapa saktinya Google buat si anak, PR pelajaran pun tinggal mengunduh di Google. Layanan cepat saji Google memang sangat gurih buat si anak. Apa betul ?
Maraknya plagiarisme internet di sekolah kini sangat menghawatirkan. Konon pemerintah Inggris sangat khawatir dengan praktek plagiarisme internet di sekolahnya yang dilakukan anak sekolah dalam hal mengerjakan tugas, hal ini akan membunuh kreatifitas anak secara tidak langsung.
“Melihat hal ini, para kepala sekolah merasa perlu menanamkan pemahaman kepada para siswa tentang bagaimana menangkap intisari dari sebuah sumber bacaan di internet, ketimbang hanya mengcopy-paste dan mengakuinya sebagai karya mereka,” ujar Barry Calvert, dari perusahaan nLeraning yang menyediakan software pendeteksi praktik plagiarisme.
Calvert menambahkan, pemahaman tentang plagiarisme perlu ditanamkan sedini mungkin. Jika bisa, ketika anak-anak mulai menginjak usia tujuh tahun.
“Kita perlu memberikan pemahaman terhadap siswa bahwa internet bukan sekadar gudang informasi yang bisa seenaknya dijiplak. Karena sesungguhnya, berbagai sumber informasi yang ada di dalamnya merupakan hasil karya orang lain yang patut dihargai,” tutupnya.
Apakah kita sudah siap menghadapi plagiarisme internet di sekolah? Apa kiat kita untuk menghadapinya ?
Sumber : detik.com
Related posts:

Buku tamu
Sisi lain dari pemnafaatan teknologi dalam dunia pendidikan yang harus diantisipasi dan diwaspadai dampak negatifnya.
mungkin ini salah satu sisi negatifnya kang Ajat
Memang internet bagai dua sisi mata uang Pak, kalau bisa memanfaatkan dengan baik, internet itu adalah perpustakaan terbesar di dunia. Kita bisa belajar berbagai hal lewat internet. Namun, internet juga bisa menjadi jahat klo kita salah memanfaatkannya. Penanaman pemahaman yg baik bagi anak-anak adalah kunci pengendaliannya

Ery Wijaya recently posted..Sustainable Energy Sustainable Money
Memang benar fenomena yang terjadi saat ini seperti tulisan tersebut di atas, siswa atau mahasiswa ada tugas, tinggal tanya sama Om Go (Google) dengan memberikan key word, biasanya dapat tinggal copy-paste. Disinilah peran guru atau dosen untuk mengharuskan anak didiknya menyertakan sumbernya secara lengkap. Mungkin ini salah satu cara untuk mendidik JUJUR.