Category Archives: Pedidikan

Segala hal yang menyangkut dunia pendidikan di Indonesia

Pendidikan antikorupsi masuk kurikulum sekolah

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/9/2010). Namun, kedatangan Mendiknas tidak dalam kaitan proses penyelidikan ataupun penyidikan kasus korupsi yang ditangani oleh KPK, melainkan untuk membahas program kerjasama antara Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan KPK dalam pendidikan antikorupsi.

read more »


Totto-Chan, Sekolah Berbasis Kepribadian (3)

MURID-MURID di sekolah itu juga punya keanehan masing-masing. Selain Totto-chan yang hampir selalu dirundung masalah karena rasa ingin tahunya yang besar, ada sekitar 50 murid di sekolah itu dengan keunikan dan keanehan masing-masing. Yasuaki Yamamoto–salah seorang di antaranya, kakinya pincang dan jari-jari tangannya tertekuk dan seperti lengket; gara-gara terkena polio. Totto-chan kemudian bersahabat karib dengannya, dan pernah menyabung nyawa ketika memaksakan diri mengangangkat Yasuaki yang bertubuh lebih besar itu ke atas pohon. Itulah yang pertama dan terakhir kali Yasuaki naik ke atas pohon.

read more »

Totto-Chan, Sekolah Berbasis Kepribadian (2)

KUBOYASHI menarik kursi ke dekat Totto-chan lalu duduk berhadapan dengan gadis cilik itu. Ketika mereka sudah nyaman, dia berkata,”Sekarang, ceritakan semua tentang dirimu. Ceritakan semua dan apa saja yang ingin kau katakan.”

“Apa saja yang aku suka?” Totto-chan mengira Kepala Sekolah akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawabnya. Ketika dia berkata Totto-chan boleh menceritakan apa saja yang ingin diceritakannya, Totto-chan senang sekali dan langsung berbicara penuh semangat. Ceritanya kacau dan urutannya tidak karuan, tapi semua dikatakannya apa adanya.

read more »

Totto-Chan, Pendidikan Berbasis Kepribadian (1)

Pernahkah Anda membaca kesan seseorang yang begitu tulus mengagumi dan merasa berhutang budi terhadap gurunya, serta mencintai sekolahnya di masa kecil, seperti diekspresikan Totto-chan di atas ? Mustahil! Apalagi di Indonesia, dimana sistem pendidikan yang ada justru “membonsai” anak-anak yang kaya imajinasi dan serba ingin tahu seperti Totto-chan–yang dengan gampang dicap “biang kerok di sekolah dan punya kelainan”.

read more »

Mengisi liburan dengan integrated outdoor activities

Mengisi liburan untuk anak-anak  perlu penangan yang bijak, baik masalah: biaya, waktu,lokasi,penginapan,makanan dan juga transportasi, sehingga kegiatannya tidak membuat jenuh anak-anak. Untuk itu dibutuhkan kerjasama antara pihak sekolah,orangtua dan pengelola lokasi, agar tujuan mengisi liburan anak-anak tercapai.

read more »

How far are you, RSBI ?

Sebanyak 200 sekolah menengah atas (SMA) dirintis menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Penyelenggaraan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ini dimaksudkan untuk mendongkrak mutu pendidikan di Indonesia agar mampu bersaing secara internasional. Ditargetkan, sebanyak lebih dari 500 sekolah bertaraf internasional akan tersebar di seluruh Indonesia. Keberadaan RSBI ini banyak dikritik oleh anggota masyarakat  , baik secara langsung maupun lewat media cetak atau media televisi. read more »

Bungsu : Jujur salah,curangpun salah !

Berikut ini adalah tulisan Bungsu yang menggelitik di Politikana tentang UN :

Meski tidak ada data apapun, namun saya berkeyakinan bahwa pengumuman kelulusan Ujian Nasional SMA kemaren tidak seluruhnya murni hasil dari kepintaran siswa. Bisa saja ada unsur kecurangan seperti yang sudah-sudah. Jadi jangan sampai ada yang mengira bahwa satuan pendidikan yang banyak meluluskan siswanya ketika UN adalah sekolah yang bermutu dan bermanajemen baik; belum tentu. Justru sebaliknya, sekolah yang banyak siswanya tidak lulus membuktikan bahwa sekolah tersebut telah melaksanakan Ujian Nasional sesuai POS UN.

read more »

Masih perlukah alat peraga…?

Saya teringat ketika saya duduk di Sekolah Dasar tahun 70-an, saat itu kelas  dua kalau tidak salah. Suatu saat Bapak guru yang budiman menyuruh setiap muridnya membawa seratus buah lidi yang panjangnya 10 cm. Kemudian kami mempersiapkannya dari rumah, tak pelak lagi Ibu di rumah ikut sibuk membantu mencarikan sapu lidi.Kenangan itu terasa indah, apalagi paginya Pak guru yang budiman memberitahukan bahwa lidi itu bisa di pakai sebagai alat bantu hitung: tambahan, pengurangan dan perkalian. Pelajaran Matematikapun di lalui dengan secara gembira dan penuh antusias oleh semua murid, sehingga waktu pun tak terasa. Itulah kenangan yang mengasyikan belajar Matematika saat itu.

read more »

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.